Liputan08.com – Proses rekrutmen pegawai PPK paruh waktu di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta, menuai kritik tajam. Sejumlah pelamar mempertanyakan transparansi seleksi setelah mereka tidak pernah mendapat panggilan atau pemberitahuan sejak melamar melalui jalur resmi. Dugaan praktik nepotisme dan kolusi pun semakin menguat di tengah minimnya keterbukaan dalam proses seleksi.
Seorang pelamar yang telah dua kali mengajukan lamaran mengaku kecewa dengan mekanisme rekrutmen yang dinilai tidak profesional dan cenderung tertutup.
“Saya melamar secara online sesuai prosedur resmi, tetapi tidak pernah dipanggil atau mendapat kejelasan dari pihak BPN. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres dalam proses ini,” ujar seorang pelamar kepada media.Kamis (20/3/2024)
Menanggapi hal ini, Ketua Front Rakyat Revolusioner Anti Korupsi (FRRAK), Duel Syamson Sambernyawa, menegaskan bahwa tanpa koneksi atau hubungan keluarga, peluang untuk diterima di BPN sangat kecil.
“Kalau tidak ada koneksi atau keluarga di dalam, jangan berharap bisa masuk BPN! Di Indonesia, kolusi sudah mendarah daging. Sekalipun ada tim independen, tetap saja yang diterima adalah mereka yang punya hubungan dekat dengan pejabat di dalam,” tegasnya.
Duel Syamson bahkan menantang pemerintah untuk membuka data pegawai BPN guna membuktikan adanya praktik nepotisme.
“Jika pemerintah serius ingin bersih, berikan saya akses ke data pegawai BPN. Saya yakin banyak hubungan keluarga di dalamnya!” tambahnya.
Ia pun mendesak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, Menteri PAN-RB, Rini Widiyantini, KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk turun tangan mengawasi proses rekrutmen di BPN agar lebih transparan dan profesional.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, salah satu staf BPN hanya memberikan tanggapan singkat tanpa kejelasan lebih lanjut.
“Oh begitu ya, Pak. Coba nanti saya infokan ke Kepala Pusdatin,” ujarnya singkat.
Minimnya transparansi ini semakin memperkuat dugaan bahwa praktik nepotisme dan kolusi masih mengakar kuat dalam birokrasi. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah dalam memastikan bahwa proses rekrutmen di lembaga negara benar-benar berjalan sesuai prinsip meritokrasi dan akuntabilitas, bukan sekadar ajang bagi mereka yang memiliki koneksi.
(Zakar)
Tags: Rekrutmen Pegawai PPK di BPN Diduga Sarat Nepotisme FRRAK Tanpa Koneksi Jangan Berharap Lolos!
Baca Juga
-
05 Des 2024
Delapan Kali Berturut-turut, Pemkab Bogor Kembali Meraih Penghargaan IGA Award Tahun 2024
-
30 Nov 2025
Sekda Pimpin HUT KORPRI ke-54: ASN Diminta Adaptif dan Menjaga Integritas
-
12 Nov 2024
Kejaksaan Agung Sita Rp301 Miliar dalam Kasus Dugaan Pencucian Uang PT Duta Palma Group
-
16 Okt 2025
Bupati Rudy Susmanto Siapkan Strategi Atasi Defisit 2026 dan Buka 28.500 Lapangan Kerja Baru
-
12 Sep 2025
Pemkab Bogor Apresiasi Kekompakan Warga Desa Karangasem Timur dalam Mengaktifkan Siskamling Humanis
-
02 Okt 2024
Bocah 2 Tahun Terjepit Eskalator Cibinong City Mall
Rekomendasi lainnya
-
23 Des 2024
JAM-Intel Reda Manthovani Tegaskan Pentingnya Integritas dan Profesionalisme dalam Penegakan Hukum
-
18 Mar 2025
Adhyaksa Mural Fest 2025: Seni Mural Sebagai Media Kampanye Antikorupsi
-
27 Jun 2025
Bupati Bogor Pimpin Pawai Obor Tutup HJB ke-543 dan Sambut Tahun Baru Islam 1447 H
-
28 Nov 2024
PWI Kabupaten Bogor Tegaskan Anggotanya Tidak Terlibat dalam Aksi Demo di Dinsos
-
31 Des 2024
Kilas Balik Capaian Kinerja Kejaksaan RI Tahun 2024 Optimalisasi Penegakan Hukum dan Pemulihan Keuangan Negara
-
05 Jan 2026
Tahun 2026, DPRD Kota Bogor Bahas 3 Raperda Utama




